Selasa, 26 Juli 2011

My Best Preeeeennnnnnnnnn......................


nyang sebelah kiri ntu nama na Imelda, sering kupanggil Kucing. walopun lemotnya nda ketulungan maw mi do apa.... dia mi recycle bin ku. hehehe.... nyang tengah itu...... hohohoho taw sendiri mi toh? it's me.... nyang manis sdiri... klo nyang kanan hm... malas sy cerita, paling usil.. namana Fitriyanti biasa q panggil belatung. tapi skrang dy sdh menetap di jogja..... hm....

Minggu, 24 Juli 2011

Belajar memahami asalku.... Part 2

Semakin kesabaranku hilang kendali, aku mengomel sejadinya di atas mobil. tak henti-hentinya suaraku menelan merdunya Suara KoesPlus di music player mobil milik seseorang yang ku sebut dia sebagai bapak. Tak tahan dengan ocehanku, "cuma mau ngajak kenalan itu nak" potong bapakku. bukannya membuat aku tenang, kembali ku mengoceh dengan nada yang kini sudah 1 oktaf diatas nada sebelumnya. seakan tak ku hiraukan ucapan bapakku, setelah lelah mengoceh, ku sandarkan badan ku dan terdiam. terdiam bukan untuk menenangkan pikiranku, malah menyimpan segenggam amarah yang menunggu api untuk dia tersulut. "oke, nanti setelah pulang akan kulanjutkan nyanyianku" batinku.

BERSAMBUNG....

Belajar memahami asalku.... Part 1

Kasus di sembilan belas juli dua ribu sebelas tepat di pukul sembilan belas lebih sembilan belas menit waktu tamalanrea Makassar Sulawesi Selatan. disebuah malam heboh dengan semua hiruk pikuk kesibukan lima orang disebuah kamar berukuran kurang lebih tiga kali lima meter. empat orang diantaranya lebih tepatnya ku sebut dia orang tua. bersiap-siap memenuhi undangan penikahan dari keluarga jauh disebuah gedung yang cukup ternama di Makassar. sebuah kamar yang tampak lebih seperti gudang dengan tatanan barang yang tak jelas. Sesaat menuju parkiran mobil, Kami melewati sebuah komunitas pemuda yang usianya tidak jauh dari usiaku sekarang. segerombolan komunitas dalam satu daerah menyapa dengan sedikit nada tinggi "Jangan ki lupa bawa sate pulang" . seharusnya tertulis dengan bahasa daerah dengan aksen khas sebuah daerah. tapi seperti itulah inti katanya yang sempat ku pahami dengan bahasaku. Aku sempat menghadiahi mereka tatapan sinis, namun itu tak banyak berguna ternyata. bahkan kembali mereka memanggil ku "cewek, senyum - senyumki " seperti itu pintanya yang kembali lagi harus ku ubah kata-katanya agar bisa ku pahami.


BERSAMBUNG......